Hosting Indonesia

Galau

Seseorang yang berakhir buruk. Yang mempunyai kekayaan dan suara bagus tetapi hatinya galau. Dia punya segalanya tetapi dia Tidak punya iman didalam hati. Maka musibah terbesar dalam hidupi, bukan tsunami atau gempa bumi tetapi ketika runtuhnya bangunan iman di dalam hati. Kalau itu sudah hilang dari hati kita. Ketika orang sedang putus cinta. Nak yang pertama sebenarnya ini kasih saying Allah sedang menegur anda. Akibat dari maksiat hati dan pikiran anda. Berarti selama ini lebih mencintai pacarku dari pada Allah. Ketika akhirnya hilang pacarnya dia setres. Jadi ketika galau sehingga sakit hati sebenarnya itu akibat dari maksiat. Ingat! Orang bahagia itu karena benar, orang susah itu karena salah. Harus yakinkan itu. Jika mengalami demikian jangan salahkan orang lain tetapi salahkan diri sendiri. Jika kamu orang iman yang baik maka tidak usah maka tidak usah orang yang menghianatimu salahkan dirimu sendiri kenapa kamu berharap kepada manusia tidak berharap kepada Allah. Langkah yang dilakukan adalah banyak istighfar, jika sudah sakit hati maka perbanyaklah istighfar. Memohon maaf kepada Allah, bahwa selama ini kami telah menduakanmu dalam cinta, itu termasuk dalam syirik. Jika pacar kita sms, kita akan bergegas untuk mendatangi, tetapi jika Allah sms dengan kumandang adzan, kadang kita banyak alas an seperti saya masih males, masih kerja ya Allah, saya masih nyuci ya Allah. Allah sering diduakan dengan yang lainnya.

Inilah yang sering galau, karena kita tidak menempatkan posisi Allah yang benar pada hidup kita. Tetapi kalau keimanan kuat didalam hatinya menempatkan Allah pada posisi yang sebenarnya dalam hati kita, jika kehilangan sesuatu atau ditinggal manusia hati kita tidak pernah sedih yang penting aku tidak ditinggalkan dan kehilangan Allah dalam hatiku.

Kita rumuskan bahwa Manusia bahagia itu karena benar, manusia susah karena salah. Jadi jika susah jangan mencari-cari kesalahan orang lain, salahkan diri sendiri. Semua ingin bahagia. Jangan salah jalan. Bahagia adalah iman. Benar pikirannya, benar hatinya, dan benar sikapnya. Kita harus yakin, orang beriman itu bukan hanya mendapatkan nikmat bahkan ketika mendapatkan musibah sekalipun dia bahagia. Subhanallah, kenapa bisa. Missal kita tidak mempunyai uang atau harta. Rumus tidak mempunyai harta, manusia tidak bisa mengendalikan keinginan. Yang membuat tersiksa itu karena keinginan kita lebih tinggi dari pada penghasilan kita. Jadi ketika keinginan melebihi dari pada kemampuan maka itulah awal dari kesengsaraan kita. Bagaimanakah caranya? Maka kendalikanlah keinginannya. Manusia sering kali ingin memenuhi keinginannya bukan kebutuhannya. Hal ini sering membuat kita pusing. Yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan, maka itulah yang kita membuat jadi sengsara.

Problem yang paling besar umat manusia adalah ekonomi. Dalam Al Qur’an dijelaskan. Nabi Ya’kub meminta kepada anaknya. “Nak apa yang kamu sembah setelah aku meninggal nanti.” Itu yang terpenting, aqidahnya anak, akhlaknya anak, ibadahnya anak itu jauh lebih penting. Artinya apa, jika aqidahnya anak bagus, iman bagus, badan bagus maka rizki akan dijamin oleh Allah SWT. Sekarang banyak orang khawatir atas apa yang dijanjikan oleh Allah tetapi tidak khawatir terhadap sesuatu yang tidak dijanjikan oleh Allah. Apa yang dikhawatirkan kepada Allah, adalah Rizki. Dalam Al Qur’an Allah berfirman : “tidak ada yang melata dimuka bumi ini kecuali Allah jamin rizkinya” asalkan tidak main-main. Dalam sabda Rasulullah : “kalau engkau wahai umat islam, engkau benar-benar tawakkal kepada Allah, hidup engkau sandarkan kepada Allah sebagai penggenggam hidup dan mati, yang memberikan rizki maka engkau taati peraturan Allah, engkau tawakkal sebenar-benarnya maka engkau akan seperti burung. Yang berangkat pagi dalam keadaan lapar. Pulang dalam keadaan kenyang.” Maka yakinlah kepada Allah.

Jika kita berbisnis maka gunakanlah Manajemen Allah. Langkah yang pertama adalah, apa yang kita punya hakekatnya adalah punya Allah. Maka kita atur dengan manajemen Allah. Jika dagangan kita laris, artinya hati orang itu telah disentuh oleh Allah untuk membeli didagangan kita. Jika dagangan kita laris maka kita harus bersyukur Alhamdulillah semua itu karena kehendak Allah. Wajib shalat, shalat dhuha bila memulai pekerjaan, usaha semakin besar semakin kecil dihatinya, andaikan hilang dia tidak akan merasa kehilangan, semakin besar tidak pernah menjadi sombong, andaikan kecil tidak pernah sedih. Konsep dalam islam. Maka Rasulallah mengajarkan “Ya Allah jadikalah dunia ini genggaman tanganku saja bukan masuk didalam hati”. Menjadi kaya, miskin yang penting selalu bersyukur kepada Mu. Iman dan taat.

Tugas kita ada dua. Yang pertama Ketika manusia sudah mulai berfikir diluar apa yang ditentukan oleh Allah itulah awal kekhawatiran dan hidup ini berat sekali, tetapi jika kita berfikir, rasa hati kita sesuai apa yang dikatakan oleh Allah maka hidup ini tenang. Missal dikantor jabatan adalah kehormatan saya maka saya takut kehilangan jabatan itu. Bukan karena jabatan aku terhormat tetapi sejauh mana aku berbuat baik dengan jabatan itu.

Yang kedua, memberikan rizki kepada kita bukan jabatan tetap Allah melalui jabatan saya. Jika kita dilengsengkar besok, Allah mempunyai rencana yang besar, saya tidak akan pernah menjadi sedih. Asalkan kita yakin dan taat kepada Allah. Dalam Al Qur’an dijelaskan orang beriman, “bahwa ciri orang yang beriman itu, tidak takut dizalimi orang walaupun dia dicurangi orang.” Kita dibohongi saja sudah sedih, kenapa kita sedih? karena kita lebih berharap kepada pujian orang dari pada pujian Allah. Kita lebih takut dicela oleh orang dari pada takut dicela oleh Allah. Itu akibatnya hidup susah. Orang beriman itu hidup bahagia, klo orang yang tidak bahagia, sering sakit hati berarti imannya sudah rendah, maka kita harus sadar. Jika kita dihina orang, kenapa sakit hati kita. Berarti ya Allah saya memohon maaf ya Allah selama ini pujian temanku lebih aku harapkan dari pada pujianMu ya Allah. Murka temanku lebih aku takuti dari pada murkaMu ya Allah seharusnya bagaimana? Murkanya Allah lebih kita takuti daripada murkanya teman. Pujian Allah lebih tinggi dari pada pujian teman. Orang mau mencela kita tidak masalah yang penting aku tidak dicela oleh Allah artinya saya benar. wallahu'alam bishowab...

Komentar

Postingan Populer

Follow My Social Media