Hosting Indonesia

Sibuk Sendiri


Dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Anas r.a. :

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya : "Dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri" (HR. Bukhori)

Imam Bukhari memberikan judul bab untuk hadits ini مِنَ الإِيمَانِ أَنْ يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (Termasuk kesempurnaan iman adalah mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri).

Allah berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 10 :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya : "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat." – (QS.Al Hujurat[49]:10)

Ketika menghirup udara yang sama adalah ikhwah. Saudara sedarah atau kandung. Itu orang yang beriman kepada Allah subhanahuwata’ala. Kita tak pernah berbicara Allah secara langsung akan tetapi Allah menghadirkan orang lain untuk nikmat iman.

Ilham taufik dan hidayah tidak semua mengetahui. Adakalanya anak yang tahu. Bagaimana cara menumbuhkan rasa peduli. Beri dia sebelum meminta. Bukan menunggu diberi. Seperti contoh ada orang yang mencari zakat kepada kita. Orang yang berzakat itu adalah mengantar zakat tersebut kepada yang berhak menerima. Zakat kita antar ke orangnya. Bukan orang miskin yang mencari zakat ke orang kaya. kemudian, Memuliakan anak yatim piatu. Mereka diberikan kedudukan yang mulia. Jika memuliakan anak yatim piatu sama dekat dengan Rasulallah.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا » وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
Artinya : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HSR al-Bukhari [no. 4998 dan 5659])

Kewajiban yang kita harus lakukan didunia ini adalah melayat mendo’akan orang bersin, menjenguk orang sakit, dan sebagainya. Wallahu’alam bishowab.

Komentar

Postingan Populer

Follow My Social Media