Hosting Indonesia

Isyarat Rasulallah kepada Abu Bakar

Dari istri Nabi Muhammad shalallahu-’alaihi-wasallam, Aisyah : Diwaktu Subuh, Rasulallah memerintahkan kepada Abu Bakar menjadi imam shalat bersama sahabat. Ketika itu Rasulallah sakit, yang sampai meninggal. Rasulallah adalah imam paten tidak tergantikan. Abu Bakar bertindak sebagai imam shalat subuh.

Jasad Rasulallah, merasakan ada perkembangan yang lebih baik dari pada hari sebelumnya. Maka keluarlah Rasulallah dari rumahnya. Ternyata Abu Bakar sudah melaksanakan tugas menjadi seorang imam
dalam shalat subuh. Rasulallah datang ke masjid, Abu Bakar seraya mundur. Rasulallah berisyarat kepada Abu Bakar untuk tetap dalam posisinya. Maka Rasulallah shalat bersama. Rasulallah shalat duduk sejajar dengan Abu Bakar, tidak maju dan mundur. AbuBakar shalat mengikuti shalatnya Rasulallah. Maka dalam shalat subuh itu, Abu Bakar mengikuti Rasulallah dan jama’ah mengikuti Abu Bakar. Jadi Abu Bakar berfungsi sebagai mubalig atau penyampai.

Saat ini umat muslim mentradisikan mubalig di masjid Haram Kota Makkah. Tetapi jika tidak menggunakan mubalig, jama’ah tetap mendengarkan Imam. Dari Anas : Nabi Muhammad shalallahu-’alaihi-wasallam dalam keadaan sakit, shalat dengan duduk, menggunakan kain. Jika Imam berdiri dan ma'mum duduk maka dibolehkan. Shalat berjam'ah terakhir Rasulallah saat Rasulallah berkemulan selimut dan imam saat itu adalah Abu Bakar. Abu Bakar disebut imama sugra atau kepemimpinan dalam tingkat kecil. Nantikan jadi imam besar ketika Rasulallah telah wafat. Dari Umar : pengganti kepmimpin adalah Abu Bakar karena ada alasan ada isyarat Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat.

Abu Bakar menjadi imam shalat ketika Rasulallah sakit, meninggal saat shalat subuh. Sampai ketik datang hari senin, sahabat telah bershof-shof rapi dalam shalat subuh. Tiba-tiba Rasulallah membuka sesuatu yang menutupi kamar yaitu korden. Rasulallah melihat dari balik korden. Dalam keadan berdiri. Wajahnya seperti mushab Al Qur’an yang putih bersih, ceria dan tersenyum kecil. Maka kami berpendapat bahwa Rasulallah sehat karena dapat melihat sahabat. Maka kemudian Abu Bakar mundur lagi agar Rasul dapat hadir dalam shalat. Dibalik korden Rasulallah berisyarat supaya sempurnakan shalat berasam Abu Bakar, dan Rasulallah menutup Korden. Sahabat pulang. Maka Rasulallah meninggal saat shalat subuh pada hari senin. Rasulallah Berada dipangkuan istri beliau Aisyah. Rasulallah dilahirkan pada hari senin. Setiap senin dan kamis amal manusia dinaikan. Maka dirumah Rasulallah berkumpul sahabat. Umar tidak ada ditempat. mendengar berita Rasulallah wafat. Umar tidak percaya akan berita itu, berjalan dipenduduk mengatakan jika muhmad wafat aku penggal lehernya. Abu Bakar mendinginkan suasana. Abu Bakar berpidato. Siapa yang diantra kalian saksikan Rasulallah, Allah maha hidup tidak mati. Beliau membacakan ayat suci Al Qur’an dalam surat Ali imran ayat 14.

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
Artinya : “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran 3 : 144)

Kondisi Umar sudah dingin dan meninggalkan rumah dan masih berteriak muhamad tidak wafat. Risalah muhmad tidak wafat, supaya hadist dan sunah dipelajari oleh umat muslim dan sebagai tolak ukur dalam kehidupan. Rasulallah ada Ketika adzan, shalat, maulid membaca shalawat nabi. Yang meninggal hanya jasad Rasulalah berada di kota Madinah.

Menyelesakan urusan Rasulallah dalam memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan. Sahabat bingung tentang bagaimana cara memandikan. Dari Aisyah : mereka mengantuk sampai tertidur dan dagu mereka semua menempel di dada masing-masing, kecuali Aisyah istri beliau. Dari salah satu sudut rumah. Ada yang menyampaikan jika memandikan Rasulallah dalam keadaan tetap dalam pakaiannya. Diatas kain di siram air. Mensholatkan jenazah tidak berjama'ah karena belum ada yang ditunjuk. Hingga para sahabat mengadakan pemilihan dan yang menang adalah Abu Bakar.

Komentar

Postingan Populer

Follow My Social Media