Hosting Indonesia

Anak terlahir Jenius


Proses pembelajaran di mulai sejak lahir hingga usia enam tahun. Proses pendidikan mulai enam tahun ke atas. Ada tips untuk pembalajaran ananda sejak dini.

1. Kembangkan apa yg dikenalkan
Para orangtua lebih sering mengenalkan benda atau kata dengan cara berulang-ulang. Misalnya mengenalkan mata. Ini mata.. ini mata.. ini mata.. kemudian si anak memahami apa yang diucapkan. Suatu saat ditanya lagi. Ini mata.. ini mata.. anak mungkin sudah mengetahui. Jadi jenuh terlalu sering. Maka dengan contoh ini kenalkan mata itu dengan detail. Mata memiliki bola mata, warna hitam dan putih, dan sebagainya.

Oleh karena itu, lebih kepengembangan apa yang dikembangkan sehingga anak lebih memahami secara rinci apa yang dikenalkan.

2. Membaca dengan kata
Anak mendengarkan dengan kumpulan dari kata-kata. Ketika anak disekolah anak dikenalkan dengan huruf dan bukan kata. Jadi anak masih belum paham mengenai huruf yang diajarkan. Misalnya. Huruf “A, B, C, ...” anak lebih paham dengan kata langsung. Misalnya : kata “baca, mama, ...” teknik yang digunakan dengan slide kata. Ada tiga kata yang digunakan dalam peraga dan untuk satu detik untuk satu kata. Diulang selama tiga kali sehari.

3. Bahasa
Orangtua beri tahu faktanya dan beri tahu rumusnya. Peranan orang tua penting. Di rumah sediakan Sarana seperti buku. Membaca erat kaitannya dengan indera penglihatan, pendengaran dan kemampuan berfikir. Karena untuk saat ini anak kurang suka membaca jadi kurang mau berfikir. Maka sejak dini kita gencarkan minat baca pada anak usia dini. Kita dapat ceritakan buku kepada anak disaat sebelum tidur. Atau anak dapat melihat gambar-gambar yang ada di buku cerita dan kita ceritakan kisahnya.

Dalam saru hari, jika anak tersebut tidak mendapatkan simulasi yang berarti dari lingkungannya atau orangtuanya. Maka sel otak anak akan luruh atau rontok sedikitnya 10.000 – 100.000 dalam 1 hari dan sel otak tersebut tidak akan kembali.

Setiap anak yang lahir memiliki rata-rata 100 milyar sel yang aktif. Sel-sel ini bersambung sampai 20.000 sambungan dan banyaknya sambungan ini kelak akan berpengaruh terhadap kecerdasan anak tersebut sampai dia dewasa. –Tony Buzan

Anak anda melewatkan waktu lebih dari dua kali lipat banyaknya dirumah dibanding di sekolah. Ini menjadikan rumah sebagai tempat belajar yang paling penting dan menjadikan orangtua sebagai guru yang terbaik untuk anak. –Jerry Dermawan


Komentar

Postingan Populer

Follow My Social Media